Foto : Humas Jateng
JAKARTA, SUARASOLO.id— Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi sebagai wilayah dengan penguatan integritas pendidikan melalui program Sekolah Berintegritas (SBI).

Penghargaan tersebut diserahkan sebagai bentuk pengakuan atas langkah nyata Pemprov Jateng dalam membangun budaya integritas sejak dini di lingkungan sekolah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, apresiasi tersebut menjadi penguat bagi Jawa Tengah untuk terus membangun budaya antikorupsi melalui pendidikan.

Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan membentuk karakter anak sebelum mereka memasuki dunia kerja maupun pemerintahan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada KPK yang telah memberikan apresiasi kepada Provinsi Jawa Tengah dalam upaya pencegahan,” kata Ahmad Luthfi seusai menerima apresiasi.

Luthfi mengatakan, apresiasi tersebut menjadi penguat bagi upaya pencegahan korupsi yang dilakukan sejak lingkungan pendidikan.
“Pencegahan dini pada anak-anak kita ini sangat penting sekali, ini sebagai upaya membangun integritas secara nasional,” kata dia.
Dalam pelaksanaannya, penguatan integritas menyasar empat unsur utama, yakni kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan non-guru, serta murid.

“Anak-anak sekolah dididik untuk tidak menyontek, dididik untuk bertindak jujur, kemudian dididik kegiatan OSIS yang apa adanya, tidak curang dan lain sebagainya. Kemudian guru juga harus mendidik terkait dengan integritas,” katanya.
Kepala sekolah diarahkan memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola, sedangkan guru mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran dan keteladanan.
Praktik integritas juga didorong hadir dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Contohnya pemilihan OSIS secara jujur, tes atau ulangan melalui sistem digital, kanal pengaduan digital, hingga Laboratorium SBI.
“Jangan sampai masuk sekolah bayar, kemudian ada pungli dan lain sebagainya. Jadi pendidikan dini ini digunakan untuk upaya pencegahan, bahwa integritas dalam pencegahan tindak pidana korupsi disiapkan dari anak-anak kita,” tegasnya.
Program Sekolah Berintegritas di Jawa Tengah telah berjalan sejak 2023 dengan melibatkan 104 sekolah. Program tersebut kemudian diperluas menjadi 645 sekolah pada 2025.
Pada 2026, penguatan program dilanjutkan melalui pembentukan 12 Laboratorium SBI di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan. Langkah Jawa Tengah tersebut mendapat perhatian khusus dari KPK.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, program Sekolah Berintegritas milik Jawa Tengah sebagai salah satu praktik baik yang diharapkan dapat menyebar ke wilayah lain.
“Dengan menampilkan nama Sekolah Berintegritas saja, setidaknya auranya itu sudah menyebar ke semuanya. Harapannya ini menyebar ke semuanya,” ujar Setyo.
Ia menekankan, pemberantasan korupsi tidak cukup mengandalkan penegakan hukum. Pencegahan perlu dibangun melalui pendidikan dan pembentukan karakter sejak dini.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan orang-orang pintar. Kejujuran, komitmen, konsistensi, dan integritas harus menjadi bagian dari karakter peserta didik.
“Secerdas apa pun teknologi, tidak akan bisa menggantikan integritas,” tegasnya.
Di Jawa Tengah, upaya itu dibangun dari ruang kelas dari kebiasaan tidak menyontek, berani berkata jujur, menolak pungli, hingga belajar menjalankan organisasi tanpa kecurangan.
Dengan pendekatan tersebut, pendidikan antikorupsi diarahkan bukan sekadar mencetak generasi yang mengetahui apa itu korupsi, tetapi generasi yang terbiasa tidak berbuat curang sejak hal-hal kecil.
VA PAULO /*

